/** * This is the template file for single posts. It is used by single posts of any post type. * */ get_header(); ?>
Jun 122012
 

Menghadapi Ujian Semester Genap Tahun 2012

JAKARTA/dncharity.org – Para santri Tarbiyatul Mu’allimin/at Al Islamiyah (TMI) Pondok Pesantren Darunnajah memasuki akhir tahun pelajaran 2011-2012. Guna mengukur keberhasilan mereka dalam KBM, pesantren menyelenggarakan 2 sesi ujian, yaitu ujian lisan (oral examination/imtihan syafahi) khusus untuk bahasa Arab, Inggris, dan Ibadah amaliah serta ujian tertulis (writing examination/imtihan tahriri) untuk semua materi pelajaran.

Pekan ujian lisan/syafahi akan berlangsung selama 4 hari ke depan (3 s.d. 6 Juni 2012). Malam hari sebelum hari Ujian lisan, Pimpinan Pesanren, Drs,.K.H. Mahrus Amin menyampaikan tausiyah dan motivasi serta menghimbau kepada seluruh santri agar serius menyikapi ujian ini, karena ujian ini menjadi penentu bagi mereka, apakah mereka sukses dengan naik kelas atau tidak. Bil imtihaani yukromul mar’u au yuhaanu. Dengan ujian, seseorang akan menjadi mulia atau hina. Juga diharapkan agar para santri tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang mengganggu ujian. Hendaknya, ujian dilakukan dengan hati yang tenang dan persiapan yang matang. Guna mendukung kesuksesasan ujian mereka, dalam kesempatan itu mereka juga berdoa bersama-sama.

Diadakannya ujian lisan di pesantren adalah guna meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa asing santri, mengingat bahasa Arab dan Inggris menjadi bahasa resmi pergaulan di pesantren. Karena secara teknis, ujian lisan ini dengan sistem santri memasuki ruangan ujian dan akan berhadapan dengan 2 penguji dari dewan guru. Selama ujian, komunikasi yang berlangsung adalah bahasa resmi sesuai jadwal ujian.

Selain itu, ujian lisan juga untuk menyiapkan ujian tertulis. Karena selama santri mempersiapkan materi ujian lisan, mereka mempersiapkan pula materi ujian tulis khususnya materi-materi berbahasa Arab dan Inggris.

Sementara itu, prasarat santri diperbolehkan mengikuti ujian adalah dengan telah selesainya kewajiban mereka seperti hapalan Ibadah Amaliah dan pelunasan keuangan. Ibadah Amaliah adalah program hapalan santri dari surat-surat pilihan yang diambil dari Al-Qur’an, hapalan do’a-do’a harian, bacaan sholat dan membaca Al-Qur’an, baik mujawadah (tilawah) maupun murotal beserta penguasaan tajwidnya. Hapalan Ibadah Amaliah santri disetorkan kepada wali kelas atau wali kamar.

Dalam mengantarkan kesuksesan santri dengan perolehan yang maksimal, pesantren dalam hal ini panitia ujian mengkondisikan belajar santri seefektif mungkin. Belajar santri dikonsentrasikan pada pagi hari setelah jamaah Subuh dan Sore bada Ashar bertempat di masjid putra dan putri, serta belajar malam terbimbing oleh wali kelas masing-masing di kelas. Bertindak sebagai pengawas belajar adalah dewan guru secara terjadwal.

/** * Threaded comments * * @package Suffusion * @subpackage Templates */ ?>

 Leave a Reply

(required)

(required)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>